Jika ingin sukses, jadilah seperti elang, berani sendirian dan terbang lebih tinggi dari burung lainya
Sepertinya memang lambungku kelainan sejak aku SD. Sejak SD aku selalu bawa balsem untuk mngolesi sekitar leher yang sakit dan kepala yg pusing. Saat tidurpun aku harus bersanding dengan hp. Rasa lemas dan kantuk pun sering datang padaku. Guru SDku sempat bercanda dengan menyanyikan jangan suka topang dagu duduk mangu2. Dan Guru SMPku sering menegorku karena aku duduk dengan meletakan kepalaku di meja. Sampei sekarang aku suka sekali membawa balsem. sampei saat kelas 2 SMA aku pergi ke dokter saraf untuk memeriksakan bagian leher dan punggung bagian atas yg sering sakit atau terasa tidak enak. Dan hasilnya nol. Sedangkan penyakit maghku memang ada sejak... Agh aku lupa sejak kapan.
Dan setelah lulus kuliah baru ketahuan bahwa yang mengakibatkan pusing, bagian leher dan punggung atas sakit serta pinggang terasa tidak nyaman adalah lambungku yang sudah tipis dan sekarang sangatlah sensitif, banyak pantangan makanan yg harus aku jalani. Sempat ku kira ginjalku yang bermasalah sampei dulu sewaktu kuliah aku tes laborat dan hasilnya baik baik saja. Lambungku semakin parah mungkin karena dulu aku suka sekali minum wedang jahe. Yah, kata dokter jahe merupakan makanan pantanganku. Kalau ingat penyakit ini rasanya kematian semakin dekat dan kapan saja bisa menjemputku. Aku pasrah padaMu ya Allah, asal jika aku mati aku tidak ingin sakit berkepanjangan yg merepotkan orang lain. Aku ingin kematianku dipermudah dan sebelum ajal menjemput aku mohon tuntunlah aku supaya aku bisa mendiami surgamu kelak. Amiiin.
Aku bersyukur sekali mendapatkan rekan kerja yang baik hati. Bang Irwan dan Kak Onny. Mereka lebih tua dari aku, sehingga mereka sangatlah dewasa dan banyak hal yang aku pelajari dari mereka. Kami saling membantu, sharing ilmu, sampei curhat masalah pribadi.
Ke pasarpun kami bersama, beli sandal, dan sepatu. Sungguh menyenangkan kebersamaan kami. Jarang ada rekan kerja yang kebersamaanya seperti kami. Banyak di kota-kota besar yang rekan kerja hidup secara indiviudal.
Kemarin sewaktu jam istirahat kami makan bersama di kos kak onny. Aku dan kak onny memasak mie goreng sedang bang irwan sudah membawa bekal dari rumah.
Karena aku paling kecil dan kekanak-kanakan, polos juga jadi aku sering djadikan bahan becandaan. Jadinya ramei. Dimana-mana aku paling kecil.. kapan aku jadi dewasa... :D
READ MORE
Ke pasarpun kami bersama, beli sandal, dan sepatu. Sungguh menyenangkan kebersamaan kami. Jarang ada rekan kerja yang kebersamaanya seperti kami. Banyak di kota-kota besar yang rekan kerja hidup secara indiviudal.
Kemarin sewaktu jam istirahat kami makan bersama di kos kak onny. Aku dan kak onny memasak mie goreng sedang bang irwan sudah membawa bekal dari rumah.
Karena aku paling kecil dan kekanak-kanakan, polos juga jadi aku sering djadikan bahan becandaan. Jadinya ramei. Dimana-mana aku paling kecil.. kapan aku jadi dewasa... :D
Sudah lama sekali aku tidak menulis di blog kesayanganku ini,. Banyak cerita yang terlewati. Kemarin setelah mendapatkan rejeki aku beli pulsa untuk paket internetku. Tapi malah tidak bisa untuk posting blog. Sebelnya... padahal isi paket internet untuk update blog meski blog ku ini sedikit pengunjung, yang penting aku menulis
READ MORE
Beberapa hari ini badan rasanya tidak enak, tidak nyaman.. hawanya males banget. sepertinya penyakit maghku dah mulai kambuh... Salahku sie makan pedas dan sering makan siangnya telat. Beberapa malam ini jadi minum paracetamol dan magh.
Beberapa hari ini juga aku mulai sms si dia dan mulai kirim email. tapi email terakhir tidak dibalas... heheheheee gak apa-apalah.. aku menyayangi dia dengan tulus dan ikhlas dan tidak memaksa dia untuk membalas rasa sayangku ini. Jadi aku akan tetap sms dan kirim email ke dia meski dia tidak membalas. Aku akan membiarkan rasa ini mengalir tidak akan aku hindari atau melarikan diri dari perasaan ini.
Pekerjaan dah mulaia padat, tapi dijalani dengan santai. Jumat kemarin banjir hampir masuk rumah,. jadi bolos kerja dech.. :)
Jum'at Siang ku mulai perjalanan ini bersama 3 temanku, Bang Irwan, Kak Onny dan Bang Ferri megendarai sepeda motor. Sepanjang Jalan sejauh mata memandang hanya hijau... Kiri Kanan bukan pohon cemara, tapi bermacam-macam pohon menjulang tinggi. Berbeda sekali dengan pemandangan di Jakarta yang sejauh mata mamandang gedung tinggi dan kendaraan yang berlalu lalang. Air sungai kecil yang jernih dibibir jalan membuatku tertarik ingin merasakan dinginya. Ku ambil air wudhu untuk mengawali perjalanan yang belum bisa aku bayangkan saat itu.
Dusun demi dusun, desa demi desa kami lalui. Bang Irwan yang asli orang Kalimantan bercerita disepanjang perjalanan, memberitahuku nama dusun dan desa yang kami lewati. Jalan Negara yang sebagian sudah halus dan sebagian masih berkerikil mengocok perut kami lalui. Sampeilah kami di Dusun Ukit-Ukit Desa Labian Kecamatan Batang Lupar. Disitulah kami bermalam. Di rumah Kak Tilde teman kami.Di sini tidak ada sinyal HP, kalau ingin mendapatkan sinyal HP harus memakai antena. Listrik di sini nyala pukul 5 sore dan mati pukul 6 pagi.
Pagi kami berangkat menuju Desa Mensiau,. masih jalan berkerikil kami lewati namun masih bisa dijangkau dengan Mobil dan Motor. Setiap Dusun mempunya Rumah Betang atau rumah panjang (Rumah adat suku dayak) satu. Di Desa Mensiau kami singgah sebentar. Banyak Babi berkeliaran di bawah rumah betang dan halaman. Desa ini cukup kecil. Di sini masih ada wanita tua (Nenek) yang telanjang dada. Di desa ini mayoritas suku dayak Iban. Kami berjalan-jalan menuju ladang dan hutan desa atau masyarakat sini menyebutnya hutan adat hutan yang hanya dimanfaatkan oleh masyarakat desa setempat sesuai kebutuhan, tidak dijual keluar. Ogya... rata-rata atau mayoritas penduduk di kecamatan Batang Lupar ini adalah Katolik.
Siang kami mulai menuju Desa Labian Ira'ang dusun Bakul, masih kecamtan Batang Lupar. Jalan untuk menuju Dusun ini tidak bisa dilewati dengan mobi, kalau motor mungkin motor cross. Kami tidak berani mengendarai sepeda motor untuk sampei ke Dusun Bakul. Akhirnya kami berjalan kaki sekitar 3.2Km dengan jalan kapur yang berlumpur karena hujanpun ikut menjadi saksi perjalanan kami. Medan jalan menuju Desa ini cukup melelahkan.... naik turun... Tapi sepanjang perjalanan ini kami melihat begitu indahnya ciptaaNya.
Malam kedua kami bermalam di Dusun ini. Tidur di rumah Kepala Desa. Pemandangan di Dusun ini hampir sama dengan Desa Mensiau. Warga Dusun ini memelihara Babi, tapi di sini Babi sudah punya kandang sendiri di belakang rumah. Listrik PLN belum menyentuh Dusun ini. Kalaupun ada listrik itu memakai Jenset kecil. Malamnya kami mendengar cerita-cerita dari Tumenggung suku dayak Temambaloh dan tiap Desa mempunyai ketua adat. Pas Tumenggung suku Dayak Temambaloh berumah di Dusun ini.Tiap Kecamatan mempunyai 1 temenggung suku Dayak Iban dan Suku dayak Temambaloh. Di sini banyak sekali pengetahuan aku dapatkan dari cerita-cerita tumenggung. Ternyata suku dayak Iban berasal dari Thailand, sedangkan suku dayak Temambaloh berasal dari cina mongolia. Dan masih banyak cerita-cerita lainya tentang budaya dan hukum adat lainya.
Paginya kami berangkat kembali ke Ukit-ukit. Siangnya kami berangkat ke Desa Lanjak dan melihat Danau Sentarum dari atas bukit. Subhanallah... meski hanya melihat dari kejauhan... rasa kagum, dan senang melihat ciptaaNya timbul di hatiku. Menjadikanku ingin sekali langsung menginjakan kakiku di kawasan Danau Sentarum dan pulau Melayu yang ada di tengah-tengah danau. Di desa Lanjak ini cukup modern. Termasuk Kota karena di sini sudah ada sinyal HP dan Listrik masuk. Desa Lanjak ini dekat dengan malaysia, warga di sini lebih memilih belanja di Malaysia.
Malam ke tiga kami bermalam lagi di Ukit-ukit dan paginya langsung berangkat ke Desa dan Dusun Kecamatan Embaloh Hulu. Di sini sedikit lebih baik dibanding dengan kecamatan Batang Lupar. Namun ada jalan yang menuju Desa yang sama sekali belum tersentuh aspal maupun krikil. Jalan hanya bisa dilewati motor, jalan setapak...
Banyak sekali hikmah dari perjalanan ini, aku jadi tahu akan banyak hal tentang kehidupan yang berbeda saat aku di jawa dan di putussibau (Kota Kabupaten). Rasanya tidak adil... saat di pulau jawa... lulusan keperawatan atau bidan banyak bahkan berlebih... di sini sungguh sangat kekurangan Perawat ataupun Bidan. Ku lihat di sini ada satu perawat yang dikunjungi warga silih berganti sampei kewalahan bahkan kadang harus langsung menuju Dusun yang jauh dimana warga yang sakit itu tinggal.
Yang menonton film anak-anak kaki gunung dari novel tere liye.. 1 guru mengajar 1 SD (6 kelas), di sini memang ada dan benar-benar terjadi... sungguh miris sekali dengan di jawa... lulusan guru buanyak sampei 1 sekolah kelebihan guru dan banyak guru yang mempunyai jam mengajar sedikit, Aduuuuuuuh rasanya miris. Dan dulu. saat aku masih di jawa dan putussibau... saat mati lampu aku langsung ngeluh atau menghujat PLN.. 'kepiye sie PLN, wes mbayar larang-larang..' Sedangkan di Dusun yang belum ada listrik... tidak mengeluh tapi berharap dan berusaha supaya Listrik PLN bisa mereka rasakan. Dan Kebersamaan, keramahan, kegotong royongan sungguh terasa di sini.
Agh kalau aku ceritakan masih buanyaaaaak lagi cerita di sepanjang perjalanan pulang yang penuh canda tawa kami dan saat singgah di Desa dan rumah Tumenggung suku dayak temambaloh di kecamatan Embaloh Hulu yang alhamdulillah sudah ada sinyal HP meski sedikit, karena tower provider ada di ibukota kecamatan. Tanggal 2 siang kami memulai perjalanan dan tanggal 5 sore kami pulang dan menuju peraduan rumah masing-masing. sayang kami belum bisa bertemu temenggung suku dayak Iban. Cukuplah sampei di sini saja aku berbagi
galihakmal hanya ingin berbagi.
#aku bersyukur karena dari kecil aku sudah diajarkan 'Kebersihan adalah sebagian dari IMAN





